‘nyentil’ Laskar Pelangi the Movie

Hai hai…
Dah pada nonton Laskar Pelangi gak nih?
Apah?? Belom?? Kalah duonkkk sama Pak SBY, dia yang sibuk ngatur negara aja sempet nonton :P
Kalo saya, pastinya udah duonk… satu hari setelah launching malahan hehe…

Sebenernya setelah nonton tuh saya gateellll bangett pengen komen. Saya tahan-tahan… akhirnya gak kuwat, yawda sekarang saya muntahin ajah!

Ya seperti yang sudah kita ketahui, Film Laskar Pelangi ini diangkat dari novel best seller berjudul sama yang ditulis oleh Andrea Hirata. Artinya film ini kan mem-visual-kan apa yang diceritakan oleh penulis, jadi siapapun yang belum membaca bukunya bisa ngeh dengan jalan ceritanya dan bagi yang udah pernah baca gak perlu mengingat-ingat gimana sih alur ceritanya, tokohnya sapa aja sih, gimana karakter tiap tokohnya. Dan di film ini, saya gak dapet feel itu. Padahal saya udah baca bahkan punya bukunya loh, apalagi yang nggak? Buktinya MJ sibuk sama popcorn-nya doank di dalem, sembari nungguin Harun keluar karena hanya karakter Harun yang menurutnya sedikit menghibur xixixi…

Satu lagi, Laskar Pelangi ini kan refer to 10 murid SD Muhammadiyah di daerah Belitong sana, which is ada Ikal, Lintang, Trapani, Mahar, Sahara, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek dan Harun. Tapi di film ini saya kok merasa gak kenal ya sama anggotanya Laskar Pelangi ini? Tahunya ya cuman Ikal, Lintang dan Mahar ajah. Yang lain? namanya aja gak kesebut sama sekali, gak ada introducingnya gitu… Malah banyakan adegan Lintang nungguin buaya lewatt… Lha daripada nunjukin itu buaya berkali-kali mendingan ngenalin karakter anggota Laskar Pelangi yang laen kan?

Overall, saya puwas dengan pemilihan tokoh-tokohnya, actingnya juga pada OK! Two thumbs up deh buat actingnya Bu Mus (Cut Mini), Ikal dan Mahar. Ditambah lagi pantainya tuhhh… wuiihhh bikin pengen kesono sambil nungguin pelangi :P

*) Note for Tora Sudiro, this film not into you sama sekali gyahaha… mending yang genrenya komedi ajah deh Om… bener-bener menghibur! (apalagi Otomatis Romantis :LOL:).  Tapi di film ini, owh maigat… better I’m not say it dech! *no hard feelings Pals!*

Popularity: 74% [?]

HANCOCK : not your average superhero

Rabu kemaren saya habis nonton Hancock. Berempat bersama MJ, Lies dan Ricky. Namanya hari pertama tayang ya dibela-belain beli tiketnya duluwan. Jam 5 teng nyampe DT langsung beli 4 tiket, PD aja bakalan ada yang mau diajakin. Pas dah nawarin tiketnya ke anak-anak malah dah pada punya acara sendiri. Untungnya akhirnya ada yang mau, daripada mubadzir kan tiketnya. Tapi overall filmnya ya… lumayanlah, lumayan menghibur :D

Tapi dah pada tau filmnya kan? Gak tau? Payaaahh… :P

Jadi ceritanya, ada manusia berkekuatan super bernama Hancock. Sebenernya siy dia itu selalu punya niat nolongin orang, cuman caranya yang salah. Dari kelakuannya yang cenderung sarkastik dan temperamen, Hancock bukannya dianggap sebagai pahlawan malah dibenci banyak orang karena aksinya yang ngawur. Sampai pada suatu saat dia nolongin Ray Embrey, seorang eksekutif PR yang nyaris ditabrak kereta api karena terjebak kemacetan. Yah, bukan Hancock namanya kalo setiap aksinya perfecto. Ray Embrey selamat, tp kerusakan yang ditimbulkan sangat berat. Bukan pujian yang didapat malah cemooh. Melihat hal itu, Ray tertantang untuk menyembuhkan Hancock yang ’sakit’ dan memperbaiki imagenya di mata masyarakat.

Niat kuat dari Ray menjadikan Hancock seorang superhero tidak mendapat dukungan dari istrinya, Mary. Bukan tanpa alasan Mary meragukan keberhasilan Ray, ternyata Mary memiliki masa lalu bersama Hancock. Siapakah Mary? Dan berhasilkah Ray mengubah Hancock menjadi superhero? Liat aja filmnya :P

Btw, perhatian gak kalo film2 yang baru-baru ini keluar kebanyakan menceritakan tentang Super Hero? atau manusia dengan kekuatan superlah… such as Jumper. Hmm… lagi musim liburan kali ya, jadi filmnya yang macam Super Hero, atau mungkin sedang trend? Whatever… Cuman, saya belajar satu hal dari sekian banyaknya film-film itu, yaitu : “No bodies perfect!”

Lihat saja, sekuat-kuatnya dia, sehebat-hebatnya dia, setangguh-tangguhnya dia, dan sebaik-baiknya dia pasti punya satu kelemahan. Contohnya saja : Jumper, gak bisa nge-jump kalo kena aliran listrik; Hancock, bisa kehilangan kekuatan kalo lama-lama berdekatan sama Mary; Superman, bakal lemes kalo deket sama batu crypton; Spiderman, gk bisa mikir jernih kalo urusannya sm orang-orang yang dia sayang, and many more…

Jadi bener kata pepatah, Sepandai-pandai tupai melompat jatuhnya ke pelimbahan juga :)

Whatever how’s great you are, never be bigheaded, just keep low profile!

Karena diatas langit masih ada langit, iya to?

And Hancock will says, “GOOD JOB!” :))

Popularity: 32% [?]

The Kite Runner

Setelah beberapa minggu postingan ini ngendon di draft, akhirnya saya publish juga untuk membayar utang janji untuk mereview buku pertama dari novelis ternama Khaled Hosseini. Oh ya, saya juga sudah nonton filmnya. Sudah siap pemirsa? mari kita simak reviewnya.

the REVIEWS
The Kite Runner menceritakan tentang Amir, seorang anak lelaki yang hidupnya dihantui oleh rasa bersalah akibat mengkhianati sahabat kecilnya Hassan, putra dari pembantu ayahnya. Awalnya dilatar belakangi kehidupan Afghanistan sebelum adanya invasi Rusia, dan dilanjutkan hingga kekacauan di Afghanistan bergejolak, mulai invasi Rusia sampai dengan rezim Taliban.

Amir dan Hassan selalu menghabiskan waktu bermain bersama-sama, Amir selalu membacakan buku cerita untuk Hassan dan Hassan sangat menyukai semua cerita yang dibacakan Amir. Baba, ayah Amir; sangat menyayangi keduanya. Tetapi Amir merasa bahwa Baba-nya lebih bangga terhadap Hassan yang merupakan cerminan anak lelaki impiannya. Dalam segala hal, Hassan selalu membantu dan melindungi Amir, satu hal yang tidak bisa dilakukan sendiri olehnya. Hingga suatu saat, sebuah tragedi terjadi dan seperti biasanya Hassan tetaplah seorang pahlawan tanpa tanda jasa baginya.

Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan,
untuk menentukan apa jadinya diriku.
Aku bisa melangkah memasuki gang itu,
membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.
Atau aku bisa melarikan diri.
Akhirnya, aku melarikan diri.

Ya, Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya. Saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah satu-satunya pilihan yang ada. Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin.

Namun, sejauh apapun Amir mencoba menyingkirkan Hassan dari kehidupannya tetap saja kenangan itu datang. Amir Khan, sahabat Baba memberikan kabar yang mengejutkan bahwa Hassan tak lain adalah saudara tirinya, yang telah dikhianatinya. Lalu, ia meminta bantuan Amir untuk menyelamatkan anak Hassan yang terjerat dalam kekacauan di Afghanistan, seperti Hassan yang selalu menyelamatkannya. Dan Amir harus mengambil sebuah keputusan, kembali menuju kebaikan untuk menebus kesalahannya pada Hassan.

the BOOKS

Buku ini bagus banget pemirsa, benar-benar mengharukan. Dibandingkan dengan A Thousand Splendid Suns, buku ini lebih menyentuh walaupun saya juga gak sampe menangis tersedu-sedu saat membacanya. Bisa gregetan sendiri pokoknya pas baca, kok bisaaa gitu yaa… Gak rugi saya nunggu lama buat minjem bukunya dari jeunk Farida
Satu quote yang saya suka : “Untukmu ke seribu kalinya,”
Adakah yang mau menjadi ‘Hassan’ untukku *najong*

the MOVIES

Berbeda dengan komentar saya tentang bukunya, filmnya ini sedikit membingungkan. Kalo orang gak pernah baca bukunya pasti bingung maksudnya gimana, kok tiba-tiba gini? lho kok sekarang gini?
Hmm… ato mungkin saya yang kurang cerdas ya? *dzzingghh*

Tapi menurut saya, buku kalo difilmkan mesti bikin kecewa. Pasti masih bagusan bukunya :P Untuk casting pemainnya, TOP! Satu aja yang kurang, kalo di buku Hassan kan sumbing tuh… jadi harusnya ada bekas operasinya di bibir atas, tapi di filmnya gak ada :P But overall, baguslah… apalagi kalo ada versi extendednya, pasti TOP MARKOTOP hehe…

Popularity: 37% [?]

Quickie Express : express yourself !

Kemaren malem sepulang kerja, saya pergi nonton ke Djakarta Theater XXI. Nonton film terbarunya si gila Tora Sudiro, Quickie Express di studio 3 pkl 21:10 bangku C8 *lengkap bengettt…gyahaha..*. Wokeh pemirsa, let me tell you the movie reviews…

Film ini menceritakan tentang Jojo (Tora Sudiro), pemuda berumur 27 tahun yang berusaha untuk tetap survive menjalani hidupnya di kota besar, Jakarta. Dia sadar akan keadaannya, bodoh dan tak berarti. Namun Jojo tidak pernah lelah untuk memulai semuanya dari nol. Setelah mencoba berbagai profesi mulai dari office boy di supermarket, tukang tato, tukang tambal ban, hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Mudakir (Tino Saroengallo) yang minta dipanggil Om dan berprofesi sebagai ‘pemburu’ dari sinilah awal perubahan kehidupannya.

Om Mudakir memiliki perusahaan bergerak di bidang jasa male escort. Untuk menghindari serangan dari kelompok religius, lelaki tua ini menjalankan bisnisnya dengan kedok pizza delivery service yang diberi nama QUICKIE EXPRESS. Di perusahaan itu Jojo bergabung dengan dua orang teman, Piktor (Lukman Sardie), dan Marley (Amink), yang juga “anak baru” di tempat itu. Dengan tampang dan keunikan mereka, tak lama kemudian mereka menduduki posisi tinggi di perusahaan escort tersebut. Hidup mereka jauh lebih baik dan ternyata mereka menikmati pekerjaan mudah dan juga menghasilkan cukup banyak uang.

Namun kebahagiaan mereka justru terusik saat Jojo bertemu dengan Lila (Sandra Dewi); seorang gadis mahasiswi kedokteran dan jatuh cinta padanya, dan menemukan hubungan antara sang gadis dengan salah satu tante pelanggannya; Tante Mona (Ira Maya Sopha) dan mafia Jan Pieter Gunarto (Rudy Wowor) yang memiliki kaki tangan Matheo (Tio Pakusadewo).

Film ini bergenre Comedy, komedi dewasa tepatnya. Di produksi oleh Kalyana Shira Films, dengan sutradara Dimas Djayadiningrat. Ceritanya kompleks banget. Gigolo, pekerjaan yang hina dina menurut kebanyakan orang. Tapi karena desakan ekonomi mereka rela meletakkan dulu ego dan harga diri lelaki yang biasanya sangat terobsesi dengan megalomaniac-nya, demi duit! Simply as that, just for money. Tapi ketika profesi harus bertabrakan dengan hati, jadilah bagai menggigit pizza yang terlihat lezat, tetapi ternyata alot bagaikan ban karet.

Kalo dilihat dari kostum dan make up-nya, film ini Retro abis… setelah sedikit gogling eh ternyata film ini emang sebuah tribute buat Warkop. Gayanya 70’s-80’s, pemeran 3 orang kayak trio warkop, dan guyonannya pun nyerempet-nyerempet gitu deh… So, buruan nonton deh mumpung masih diputer di 21Cineplex dan Blitz Megaplex niy…

Sekian duluw, yuukkk… mari :P

Popularity: 20% [?]