MARRIAGABLE : Gue mau nikah asal…

Hai there,
Lama juga saya gak beli buku nih, sampe waktu maen ke Gramedia Depok kemaren bingung banget mo beli yang mana D. Dan akhirnya pilihan saya jatuh ke tulisan Riri Sardjono bertajuk Marriagable, buku lama siy… tapi kan aku belum baca punyak… P Dan berikut reviewnya…

Flory, wanita dalam usia awal tiga puluhan yang masih berstatus single. Ya, single! Karena itu Mamz-nya berusaha keras mendapatkan seorang jodoh untuk Flo. Dan tentu saja Flo tidak bisa menerima itu dengan lapang dada, dan tidak bisa menolak keinginan Mamz-nya, dilema huh?!

Sampai suatu hari Flo dipertemukan dengan Vadin, seorang pria yang bisa dibilang lumayan. Walaupun memberi kesan dingin bak Frankenstein di awal perjumpaan, namun cukup berhasil menyita sedikit perhatian Flo padanya. Tapi hidup emang gak pernah lempeng; semakin banyak komentar, kritik maupun support dari para sahabatnya masih belum cukup menumbuhkan rasa optimis Flo terhadap sebuah relationship atau tepatnya cinta. Ditambah kenangan buruk di masa lalu, membuat Flo semakin menjadi wanita tanpa kepercayaan akan sebuah cinta. Endingnya gimana? Baca aja bukunya :P

———
Hmm… overall ceritanya bagus sih menurutku :D
Kegelisahan akan cinta dan pernikahan, bener-bener masalah wanita di ujung waktu untuk memutuskan dari perawan mau menjadi seorang istri atau menjadi perawan tua, hahaha… nice!

Saya suka dengan statement : “Ciuman adalah detektor cinta yang paling akurat.”
Kenapa? Karena masih belum kebayang sampe sekarang gimana cara mendeteksinya taunya cuman menikmatinya gyahahah…

Aniway, ada rekomendasi buku bagus gak? Mayan buat temen mudik di kereta ntar :)

Popularity: 42% [?]

The Kite Runner

Setelah beberapa minggu postingan ini ngendon di draft, akhirnya saya publish juga untuk membayar utang janji untuk mereview buku pertama dari novelis ternama Khaled Hosseini. Oh ya, saya juga sudah nonton filmnya. Sudah siap pemirsa? mari kita simak reviewnya.

the REVIEWS
The Kite Runner menceritakan tentang Amir, seorang anak lelaki yang hidupnya dihantui oleh rasa bersalah akibat mengkhianati sahabat kecilnya Hassan, putra dari pembantu ayahnya. Awalnya dilatar belakangi kehidupan Afghanistan sebelum adanya invasi Rusia, dan dilanjutkan hingga kekacauan di Afghanistan bergejolak, mulai invasi Rusia sampai dengan rezim Taliban.

Amir dan Hassan selalu menghabiskan waktu bermain bersama-sama, Amir selalu membacakan buku cerita untuk Hassan dan Hassan sangat menyukai semua cerita yang dibacakan Amir. Baba, ayah Amir; sangat menyayangi keduanya. Tetapi Amir merasa bahwa Baba-nya lebih bangga terhadap Hassan yang merupakan cerminan anak lelaki impiannya. Dalam segala hal, Hassan selalu membantu dan melindungi Amir, satu hal yang tidak bisa dilakukan sendiri olehnya. Hingga suatu saat, sebuah tragedi terjadi dan seperti biasanya Hassan tetaplah seorang pahlawan tanpa tanda jasa baginya.

Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan,
untuk menentukan apa jadinya diriku.
Aku bisa melangkah memasuki gang itu,
membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.
Atau aku bisa melarikan diri.
Akhirnya, aku melarikan diri.

Ya, Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya. Saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah satu-satunya pilihan yang ada. Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin.

Namun, sejauh apapun Amir mencoba menyingkirkan Hassan dari kehidupannya tetap saja kenangan itu datang. Amir Khan, sahabat Baba memberikan kabar yang mengejutkan bahwa Hassan tak lain adalah saudara tirinya, yang telah dikhianatinya. Lalu, ia meminta bantuan Amir untuk menyelamatkan anak Hassan yang terjerat dalam kekacauan di Afghanistan, seperti Hassan yang selalu menyelamatkannya. Dan Amir harus mengambil sebuah keputusan, kembali menuju kebaikan untuk menebus kesalahannya pada Hassan.

the BOOKS

Buku ini bagus banget pemirsa, benar-benar mengharukan. Dibandingkan dengan A Thousand Splendid Suns, buku ini lebih menyentuh walaupun saya juga gak sampe menangis tersedu-sedu saat membacanya. Bisa gregetan sendiri pokoknya pas baca, kok bisaaa gitu yaa… Gak rugi saya nunggu lama buat minjem bukunya dari jeunk Farida
Satu quote yang saya suka : “Untukmu ke seribu kalinya,”
Adakah yang mau menjadi ‘Hassan’ untukku *najong*

the MOVIES

Berbeda dengan komentar saya tentang bukunya, filmnya ini sedikit membingungkan. Kalo orang gak pernah baca bukunya pasti bingung maksudnya gimana, kok tiba-tiba gini? lho kok sekarang gini?
Hmm… ato mungkin saya yang kurang cerdas ya? *dzzingghh*

Tapi menurut saya, buku kalo difilmkan mesti bikin kecewa. Pasti masih bagusan bukunya :P Untuk casting pemainnya, TOP! Satu aja yang kurang, kalo di buku Hassan kan sumbing tuh… jadi harusnya ada bekas operasinya di bibir atas, tapi di filmnya gak ada :P But overall, baguslah… apalagi kalo ada versi extendednya, pasti TOP MARKOTOP hehe…

Popularity: 37% [?]

A Thousand Splendid Suns

Tahu penulis buku ternama Khaled Hosseini? Ya, saya baru baca buku keduanya yang berjudul `A Thousand Splendid Suns`; puitis sekali bukan?! Saya akan memberikan sedikit reviewnya.

One could not count the moons that shimmer on her roofsOr the thousand splendid suns that hide behind her walls

Buku ini menceritakan tentang kehidupan dua orang wanita; Mariam dan Laila sebagai tokoh utamanya dengan berlatar belakang kondisi perang di Afghanistan serta perkembangan politiknya.

Awalnya, diceritakanlah kehidupan Mariam ketika berumur 5 tahun. Mariam tinggal dengan Nana, ibunya; di sebuah Qolba di daerah perbatasan Herat. Seminggu sekali Mariam dikunjungi oleh ayah kandungnya Jalil Khan, orang terpandang di Herat yang memiliki 3 orang istri dan 10 orang anak bukan termasuk Mariam yang merupakan hasil hubungan gelap dengan pembantunya Nana. Kehidupan Mariam berbalik saat menginjak usia 15 tahun, ketika sepulang dari pelariannya menemui ayahnya di Herat ia mendapati ibunya telah meninggal gantung diri. Hingga akhirnya Mariam dinikahkan dengan Rasheed, seorang tukang sepatu di Kabul yang umurnya 30 tahun lebih tua dari Mariam.

Dari sini, cerita kemudian beralih ke tetangga Rasheed dan Mariam, keluarga Laila. Laila adalah gadis 9 tahun yang cantik dan cerdas, tinggal bersama kedua orangtuanya dan memiliki 2 orang kakak laki-laki yang pergi berperang.
Lima tahun kemudian, ketika perang semakin memanas terjadilah tragedi tersebut. Laila yang baru saja ditinggalkan kekasihnya Tariq beserta keluarganya, harus kehilangan kedua orangtuanya juga akibat dari roket yang nyasar ke rumahnya. Tragedi ini, mengantarkan Laila memasuki kehidupan Mariam yang kacau.

Awalnya Mariam sangat membenci Laila, namun seiring perjalanan waktu dan penderitaan hidup yang mereka alami, hubungan mereka pun semakin membaik. Dan mereka bersama-sama berjuang untuk mendapatkan kebebasan serta kehidupan yang lebih baik.

Berhubung buku itu termasuk best seller yang gaungnya sudah kemana-mana, saya sudah berharap banyak dengan buku ini, pasti fantastis!
Dari semua review yang saya baca, kelihatannya buku ini bakal menyedihkan-memilukan-mengharukan-menyentuh dan bakal membuat saya menangis tersedu-sedu waktu membacanya.
Tapi saya salah pemirsa, emosi saya datar-datar saja sewaktu membaca buku ini. Entah saya yang salah, ato memang saya mengambil waktu dan mood yang salah saat membacanya.
Hmm… who knows?!

Apa saya kecewa? tidak, karena buku ini lumayan bagus.

Lalu? cuman heran aja, kenapa saya kok gak merasakan letupan emosi seperti para pembaca yang laen ya, datar saja rasanya seperti membaca buku pelajaran sejarah tentang perang kemerdekaan dengan korban sekian ribu, kelaparan, kacau, terbuang, yaa… seperti itu saja rasanya.

Apa karena saya membaca buku terjemahannya ya? ah, entahlah.

Kita lihat saja pemirsa, apakah buku pertamanya `The Kite Runner` yang sudah dibuat filmnya ini mampu mengaduk-ngaduk emosi saya :) *sambil menunggu giliran pinjaman*

Popularity: 21% [?]